Ku tahu perpisahan itu selalu ada. Mengiris sisi bahagia dalam hati manusia, dalam hatiku dan mungkin tidak bagimu. Tapi yang kubagi bukanlah kata “pisah” itu sendiri. Tapi hanya perasaaan yang tertanam dalam sebuah bahagia.
Kawan, bukan aku terus merengek untuk menemuimu atau membagi rasa. Tapi aku hanya ingin bersama kebahagiaan. Saling tertawa, saling brcanda walau kutahu kita tidak bisa seperti lalu. Tapi inilah hidup, bagaimana kita mencipta jalan kita sendiri. Memenuhi sedikit demi sedikita harapan.
jabat erat hatiku. Sebagai kawan. Kita buat jembatan hubungan kita sendiri. Dan doa-doa kebahagiaan untuk hari-harimu. Untuk sebuah awal baru. P-e-r-t-e-m-a-n-a-n.
Kuharap kau mau, tapi jikalau aku terlalu hina untuk sebuah pertemanan ini aku selalu berharap bisa menerima. Karena semyummu adalah waktu bahagia untukku, sebuah nafas hidup yang akan terus kuhembuskan dalam nada doa. Yang semakin erat bersama mimpi panjang dunia.
Terima kasih untuk sebuah kenangan, karena aku tahu dalam kenangan selalu ada ingatan. Tapi dalam ingatan tidak selalu ada kenangan. Hanya sebuah keyakinan yang slalu buatku bertahan. Sebuah keriduan akan bahagia, kata kawan dan mimpi panjang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar